GARUT, (NN).– Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melantik tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PPTP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut. Acara pengambilan sumpah jabatan ini digelar di Gedung Pendopo Garut, Kecamatan Garut Kota, Rabu (1/10/2025).
Pelantikan tersebut merupakan bagian dari program promosi dan mutasi di lingkungan Pemkab Garut. Langkah ini dilakukan untuk mengisi sejumlah jabatan strategis, mulai dari Inspektorat hingga Sekretariat DPRD (Sekwan), yang sebelumnya dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt). Dengan adanya pejabat definitif, diharapkan roda pemerintahan dapat berjalan lebih optimal.
Dalam amanatnya, Bupati Garut menekankan dua substansi utama di balik kebijakan rotasi dan promosi pejabat.
Pertama, Pengembangan Pengalaman dan Penguatan Silaturahmi (Tour of Duty). Menurutnya, mutasi merupakan kesempatan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memperluas pengalaman, menambah wawasan, sekaligus mempererat silaturahmi.

“Rasa syukur kita bukan hanya semata karena materi, tapi juga karena kita memiliki ekosistem pekerjaan yang baik, lingkungan kerja yang nyaman, yang akan meningkatkan rasa syukur dan pada akhirnya mempererat silaturahmi,” ujar Bupati.
Ia menambahkan bahwa kekayaan sejati bukan diukur dari materi, melainkan dari persahabatan dan pertemanan yang saling membantu dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
Kedua, pembentukan staf multitalenta yang bijak dalam pengambilan keputusan.
“Kami ingin memiliki staf yang multitalenta, tidak hanya mengenal satu bidang saja, tetapi juga memahami beberapa bidang sekaligus,” tegasnya.
Bupati menilai rotasi jabatan akan memperluas wawasan para pejabat, sehingga lebih matang dan bijak dalam mengambil keputusan. Hal ini juga akan memperkuat soliditas, komunikasi, serta kinerja dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan program.
“Saya percaya bahwa salah satu kunci keberhasilan adalah komunikasi yang baik,” tutupnya.
Pelantikan ini diharapkan membawa semangat baru serta peningkatan kinerja di setiap unit kerja Pemkab Garut, demi mewujudkan pelayanan publik yang lebih optimal bagi masyarakat. ***