BANDUNG BARAT (NN).-Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, bersama Komisi 4 DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan monitoring langsung ke SMP Negeri 2 Ngamprah di Desa Tanimulya, Senin (24/8/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan menyusul viralnya kondisi sekolah dalam sejumlah unggahan di media sosial beberapa hari sebelumnya. Dalam unggahan tersebut, terlihat sejumlah fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan, seperti toilet dan urinoir yang tidak dapat digunakan, papan tulis rusak, kaca jendela pecah, plafon berlubang, serta lingkungan dan ruangan sekolah yang tampak kotor dan tidak terawat.
Selain persoalan sarana dan prasarana, muncul pula unggahan yang menyinggung dugaan pungutan liar (pungli) terkait biaya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada Juni 2019 serta dugaan pelecehan terhadap siswa.
Didampingi Komisi 4 DPRD KBB, Jeje berkeliling meninjau sejumlah fasilitas sekolah untuk memastikan langsung kondisi serta kebenaran berbagai informasi yang beredar.
Jeje mempertanyakan kondisi tersebut karena sekolah setiap tahunnya mendapatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Menurutnya, kerusakan ringan pada sekolah yang memiliki 29 ruang dapat ditangani melalui pemanfaatan dana BOS secara tepat, khususnya untuk pemeliharaan fasilitas.
"Ya, ini saya tadi menanyakan kenapa bisa terjadi seperti ini, padahal sekolah ini pernah memenangkan juara 1 Adiwiyata tingkat nasional. Ini kenapa bisa sampai seperti ini, artinya ke mana itu dana BOS-nya?" ujar Jeje kepada wartawan.
Untuk memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai ketentuan, Jeje meminta Inspektorat melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap pengelolaan dana BOS di sekolah tersebut agar penggunaannya dapat dipastikan transparan dan akuntabel.
Jeje mengatakan, setelah menerima informasi mengenai kondisi sekolah yang viral di media sosial, dirinya langsung meminta Dinas Pendidikan (Disdik) melakukan pengecekan ke lapangan.
Berdasarkan hasil pengecekan Disdik, terdapat tiga ruang kelas yang mengalami kerusakan sedang hingga berat. Selain itu, kondisi toilet dinilai tidak layak, papan tulis sudah kurang baik, dan kebersihan lingkungan sekolah juga belum terawat dengan optimal.
"Hari ini saya mengunjungi langsung SMPN 2 Ngamprah yang beberapa hari lalu sempat ramai dibicarakan karena kondisinya cukup memprihatinkan," kata Jeje.
Begitu informasi tersebut viral, Jeje juga langsung memanggil Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan untuk meninjau lokasi dan segera melaporkan hasil pemeriksaannya.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berjanji segera menangani tiga ruang kelas yang mengalami kerusakan dari total 29 ruang yang ada di sekolah tersebut.
"Alhamdulillah tadi saya pantau sudah ada progres. Toilet juga sudah. Saya juga menggandeng dari REI (pengusaha), Pak Norman, melalui program CSR-nya untuk membantu merehab toilet-toilet yang ada di KBB," ujar Jeje. ***