PERISTIWA

Semarak Pekan Budaya Rancaekek, Dorong Pemajuan Kebudayaan yang Inklusif dan Berkelanjutan

Foto REDAKSI Pewarta | REDAKSI • 12 September 2026
Semarak Pekan Budaya Rancaekek, Dorong Pemajuan Kebudayaan yang Inklusif dan Berkelanjutan

KAB. BANDUNG (NN).-Semarak Pekan Budaya Rancaekek dengan tema “Kemajuan Kebudayaan yang Inklusif dan Berkelanjutan” menarik perhatian para seniman dan budayawan lokal. Gebyar seni budaya yang menampilkan beragam pakaian adat, seni, dan budaya Nusantara tersebut digelar di Lapangan Taman Budaya Rancaekek, Jalan Raya Rancaekek, Kampung Babakan Loa RT 05/RW 03, Desa Rancaekek Kulon, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Sabtu (12/9/2026).

Ragam seni dan budaya daerah tersebut digagas para seniman dan budayawan yang tergabung dalam Komunitas Rancaekek Creative Network.

Bupati Bandung Dadang Supriatna yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung Irvan Ahmad, Camat Rancaekek Gugum Gumilar, Camat Cileunyi sekaligus Pembina Komunitas Rancaekek Creative Network Cucu Endang, Kepala Desa Rancaekek Kulon Helmi Yuzak, serta sejumlah tamu undangan lainnya turut memberikan apresiasi atas digelarnya Pekan Budaya Rancaekek.

Para seniman dan budayawan dari berbagai sanggar dan komunitas di Kecamatan Rancaekek turut menyemarakkan pagelaran Pekan Budaya Rancaekek 2026: Sustainable Cultural Heritage tersebut.

Pada pembukaan Pekan Budaya Rancaekek, sejumlah penampilan turut disuguhkan, di antaranya Paskibraka, marching band, keragaman pakaian adat seni dan budaya se-Nusantara, rampak gendang, pencak silat, serta berbagai kesenian lainnya asal Kecamatan Rancaekek.

Berbagai pagelaran tersebut ditampilkan oleh para siswa SMP dan SMA serta para pegiat seni dan budaya di wilayah Kecamatan Rancaekek.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung Irvan Ahmad menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas pelaksanaan Pekan Budaya Rancaekek yang diinisiasi Komunitas Rancaekek Creative Network.

“Pekan budaya ini menjadi representasi pemajuan kebudayaan di Kabupaten Bandung, khususnya di Kecamatan Rancaekek,” kata Irvan Ahmad saat menyampaikan sambutannya.

Menurut Irvan, agenda kebudayaan tersebut sangat luar biasa karena melibatkan seluruh masyarakat Kecamatan Rancaekek sekaligus mengangkat berbagai potensi seni dan budaya yang ada di wilayah tersebut.

“Alhamdulillah kegiatan ini didukung dan dibiayai dari Dana Indonesia Abadi tahun 2025 yang diselenggarakan tahun 2026. Saya sangat mengapresiasi kegiatan Pekan Budaya Rancaekek ini dan berharap keragaman potensi budaya di Kabupaten Bandung bisa diangkat semuanya dalam rangka memajukan Kabupaten Bandung yang lebih Bedas, dan budaya Kabupaten Bandung langkung nanjeur,” ujarnya.

Ia menilai perkembangan kebudayaan di Kabupaten Bandung, khususnya di Rancaekek, tidak pernah surut dan padam. Bahkan, hampir setiap Minggu selalu ada pagelaran kebudayaan.

Karena itu, kata Irvan, kegiatan Pekan Budaya Rancaekek diharapkan menjadi motivasi bagi para pegiat seni dan budayawan di Kabupaten Bandung untuk terus berkarya dan melestarikan budaya.

“Ini dalam upaya pemajuan dan ngamumule budaya Sunda. Merasa reueus sareng reugreug kegiatan yang dilaksanakan Rancaekek Creative Network. Apalagi dalam kegiatannya telah disupport oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan RI,” ujarnya.

Irvan menambahkan, Bupati Bandung telah memberikan perhatian yang cukup besar terhadap pemajuan seni dan budaya di Kabupaten Bandung. Termasuk mendukung berbagai kegiatan untuk ngamumule dan melestarikan budaya Sunda yang diinisiasi Rancaekek Creative Network melalui Pekan Budaya Rancaekek.

“Kami sangat bahagia dan apresiasi dan terima kasih dengan digelarnya pekan seni budaya Rancaekek ini. Ini sebuah representasi pemajuan kebudayaan. Pemerintah hadir dalam rangka pemajuan seni budaya, untuk melestarikan, dan ngamumule budaya kita sendiri,” tuturnya.

Irvan juga melihat antusiasme masyarakat yang sangat besar dalam kegiatan tersebut. Masing-masing sanggar tampil dan unjuk kabisa dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya.

“Pada saat pembukaan dengan menampilkan arak-arakan, Paskibra, marching band, pagelaran tarian Nusantara. Hal ini representasi dari suatu keanekaragaman budaya kita dari ciri khas pakaian yang dikenakan dengan tema Nusantara,” tuturnya.

Irvan pun mengajak masyarakat Kabupaten Bandung untuk bersama-sama ngariksa dan ngarawat lembur, sebagai bagian dari upaya menjaga dan melestarikan budaya serta lingkungan kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Camat Rancaekek Gugum Gumilar mengatakan, kegiatan Pekan Budaya Rancaekek menjadi bukti bahwa Rancaekek memiliki potensi yang luar biasa dan istimewa dalam bidang seni dan budaya.

Ia menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang diinisiasi Rancaekek Creative Network tersebut, terutama karena menghadirkan berbagai pertunjukan seni tari dan budaya.

“Ini kebahagiaan bagi kita semua bisa hadir di sini. Saya atas nama Pemerintah Kecamatan Rancaekek mengucapkan terima kasih kepada Rancaekek Creative Network dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Gugum mengatakan, kegiatan tersebut dapat menjadi representasi pemajuan kebudayaan karena banyak pelaku seni dan budaya yang berada di Kecamatan Rancaekek.

“Ini bisa menjadi aset bagi masyarakat Rancaekek. Saya mengajak kepada masyarakat untuk sama-sama ngamumule seni dan budaya di Rancaekek ini,” tuturnya. (A. Marwan)

Bagikan Berita Ini: