BANDUNG

Radea Respati Tekankan Pentingnya Kepemimpinan Sehat dan Penguatan Karakter di Lingkungan Kerja

Foto WA USEP Pewarta | WA USEP • 19 October 2026
Radea Respati Tekankan Pentingnya Kepemimpinan Sehat dan Penguatan Karakter di Lingkungan Kerja

BANDUNG, (NN).-Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung, Radea Respati Paramudhita, menegaskan bahwa kepemimpinan yang sehat, kepedulian terhadap sesama, dan penguatan karakter merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang positif dan harmonis.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Kesehatan Mental (Mental Health) yang berlangsung di Hotel Grandia Bandung, Kamis, 15 Oktober 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Radea menyampaikan bahwa sebagai wakil rakyat, dirinya memiliki tanggung jawab untuk menyerap dan menyuarakan aspirasi masyarakat, sekaligus memastikan setiap program yang dilaksanakan mampu memberikan manfaat nyata dengan sasaran dan hasil yang terukur.

Menurutnya, kegiatan sosialisasi tidak seharusnya hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga perlu mendorong peningkatan pemahaman serta perubahan perilaku yang positif, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kegiatan sosialisasi perlu memberikan manfaat nyata bagi peserta, baik dalam meningkatkan pemahaman maupun mendorong perubahan perilaku di lingkungan kerja dan masyarakat,” ujarnya.

Radea juga menekankan pentingnya bagi seorang pemimpin untuk mengenal orang-orang yang berada dalam lingkup tanggung jawabnya secara lebih mendalam. Pemahaman tersebut, kata dia, tidak cukup hanya berdasarkan nama atau data administratif, tetapi juga perlu mencakup motivasi, kondisi, serta berbagai tantangan yang dihadapi setiap individu.

Ia menilai, kemampuan memahami kondisi orang-orang yang dipimpin merupakan salah satu fondasi dalam membangun hubungan kerja yang sehat dan menjaga stabilitas organisasi. Dengan mengenali persoalan sejak dini, seorang pemimpin dapat mengambil langkah yang tepat untuk mencegah maupun menyelesaikan permasalahan yang muncul.

Selain memperhatikan kondisi orang lain, Radea mengingatkan bahwa setiap individu juga perlu memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan dan kondisi dirinya sendiri sebelum memberikan bantuan kepada orang lain.

“Kesadaran terhadap diri sendiri dan kemampuan menjaga perilaku menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang sehat dengan orang lain,” katanya.

Ia turut mengingatkan pentingnya menjaga sikap, kesabaran, dan profesionalitas, khususnya bagi individu yang mengemban tanggung jawab dalam melayani masyarakat. Menurutnya, jabatan dan kesempatan yang diperoleh harus dipandang sebagai amanah yang wajib dijalankan dengan penuh integritas dan tanggung jawab.

Radea menambahkan, dukungan serta kepercayaan yang diterima seseorang dalam perjalanan kariernya hendaknya menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan pengabdian terbaik.

“Dukungan yang diberikan kepada seseorang dalam perjalanan kariernya juga perlu diingat sebagai bentuk kepercayaan yang harus dibalas melalui kinerja dan pengabdian,” tuturnya.

Lebih lanjut, Radea menyoroti pentingnya optimalisasi sumber daya manusia dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Menurutnya, pemanfaatan potensi dan sumber daya yang tersedia secara efektif menjadi langkah penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, meskipun terdapat berbagai keterbatasan.

Ia juga mengingatkan bahwa integritas harus menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan tugas. Setiap individu dituntut untuk menjaga perilaku, menjalankan kewenangan secara bertanggung jawab, serta menghindari segala bentuk penyalahgunaan jabatan demi kepentingan pribadi.

Menutup penyampaiannya, Radea mengajak seluruh peserta untuk menerapkan pola kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada pemberian arahan, tetapi juga mengedepankan dukungan, kepedulian, dan penghargaan terhadap orang lain.

Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan kerja sehari-hari sehingga tercipta lingkungan organisasi yang lebih sehat, produktif, dan saling mendukung.

“Kami berharap sikap tersebut dapat membangun lingkungan kerja yang lebih sehat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menumbuhkan kepercayaan dan hubungan yang baik antara pimpinan, pegawai, dan masyarakat,” pungkasnya. ***

Bagikan Berita Ini: