Kab. Bandung (NN).- Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menyesuaikan metode pembelajaran dengan dinamika pendidikan dan perkembangan teknologi, SMA Islam Terpadu Dipatiukur Ciparay menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) di Aula sekolah setempat, Jumat (14/8/2026) lalu.
Kegiatan yang ditujukan khusus bagi tenaga pendidik di lingkungan SMA Islam Terpadu Dipatiukur Ciparay tersebut dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kompetensi guru menghadapi Tahun Ajaran 2026/2027, khususnya dalam penguatan literasi.
Kegiatan tersebut dihadiri Pengawas SMA, Drs. H. Agus Kusmana, M.Pd., selaku narasumber utama, Kepala SMA Islam Terpadu Dipatiukur Ciparay Iman Rohmanuddin, M.Pd., Wakasek Kesiswaan H. Agus Munawar, S.Pd.I., M.Si., serta staf dan para pengajar di lingkungan sekolah.
Kepala SMA Islam Terpadu Dipatiukur Ciparay, Iman Rohmanuddin, M.Pd., melalui Wakasek Kesiswaan H. Agus Munawar, S.Pd.I., M.Si., saat ditemui Selasa (18/8/2026), mengatakan kegiatan IHT berlangsung dengan khidmat dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.
“Alhamdulillah, acara berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme. Para peserta menyimak materi yang disampaikan narasumber sekaligus aktif berdiskusi mengenai implementasi literasi dalam proses pembelajaran,” ujar Agus Munawar.
Menurutnya, materi yang diberikan mencakup integrasi teknologi, metode literasi digital, serta pentingnya kemampuan guru untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Hal tersebut dinilai penting untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang relevan dan mendukung kebutuhan siswa.
Lebih lanjut, Agus Munawar menjelaskan, peningkatan kompetensi guru melalui kegiatan IHT mencakup sejumlah poin penting, di antaranya mengasah kemampuan pedagogik guru dalam menyampaikan materi berbasis literasi serta melakukan adaptasi dan sinkronisasi metode pengajaran untuk Tahun Ajaran 2026/2027.
“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi merupakan fondasi bagi siswa untuk memahami dan mengolah informasi secara kritis. Melalui IHT ini, para guru dibekali strategi pembelajaran inovatif yang mampu mendorong daya nalar siswa dalam berbagai mata pelajaran,” jelasnya.
Ia menambahkan, peningkatan kompetensi guru merupakan salah satu kunci utama dalam mencetak generasi yang cerdas dan literat. Dengan semangat “Berdikari”, pihaknya berharap para guru SMA Islam Terpadu Dipatiukur Ciparay mampu menjadi garda terdepan dalam menghadirkan inovasi pendidikan.
Dengan dilaksanakannya kegiatan IHT tersebut, SMA Islam Terpadu Dipatiukur Ciparay menegaskan komitmennya untuk terus mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis serta kecakapan literasi yang mumpuni. ***