PENDIDIKAN

Pemkab Garut Luncurkan Sekolah Rakyat Rintisan untuk Putus Rantai Kemiskinan

Foto AKI KONERON Pewarta | AKI KONERON • 01 October 2025
Pemkab Garut Luncurkan Sekolah Rakyat Rintisan untuk Putus Rantai Kemiskinan

GARUT, (NN).– Sekolah Rakyat Rintisan di Kabupaten Garut resmi memulai Tahun Ajaran 2025/2026 dengan kegiatan Launching dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru. Acara ini berlangsung di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Garut, Jalan Raya Samarang, Kecamatan Samarang, dan dihadiri langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin.

Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa gagasan Sekolah Rakyat dari Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah strategis untuk memutus rantai kemiskinan antar generasi melalui akses pendidikan yang lebih luas.

“Pak Presiden Prabowo menilai kemiskinan kerap berlanjut akibat terbatasnya akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Maka yang paling mendasar adalah membuka akses pendidikan,” ujar Bupati.

Program ini menjadi tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Kepala BBPPKS Bandung, Iyan Kusmadiana, menjelaskan percepatan program Sekolah Rakyat. Sejak diluncurkan Februari lalu, sudah berdiri 165 sekolah di Indonesia, dan 65 di antaranya secara serentak menggelar MPLS.

“Luar biasa, sejak 14 Juli kita bekerja bersama, dan kini 65 sekolah secara serentak melaksanakan MPLS di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Iyan menambahkan, pelaksanaan program melibatkan sejumlah kementerian, mulai dari Kemensos, Kementerian PUPR, Kemendikdasmen, Kemenag, hingga Kemenkeu. Pada tahap awal, kerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja memungkinkan BLK di berbagai daerah dipakai sementara sebelum sekolah permanen dibangun oleh Kementerian PUPR.

Di Garut, proses penjaringan siswa dilakukan sejak Agustus 2025. Menurut laporan Kepala Dinas Sosial Garut, Aji Sukarmaji, peserta didik berasal dari keluarga penerima manfaat Desil 1 dan Desil 2 berdasarkan data sosial ekonomi nasional. Setelah pleno bersama lintas instansi, ditetapkan jumlah siswa sebanyak 75 orang, terdiri dari 50 siswa SMP (17 perempuan, 33 laki-laki) dalam dua rombel, serta 25 siswa SD (8 perempuan, 17 laki-laki) dalam satu rombel.

Para siswa dari 28 kecamatan diantar langsung oleh camat dan keluarga. Orang tua difasilitasi menginap semalam sebelum kembali ke daerah masing-masing, sementara siswa mulai menempati asrama.

Dinas Sosial Garut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PUPR dan Kemensos yang telah mendukung pembangunan sarana-prasarana pendukung di BLK Disnakertrans, seperti ruang kelas, ruang guru, asrama, dan ruang makan, sehingga Sekolah Rakyat Rintisan dapat segera berjalan. (Diskominfo Kab. Garut)

Bagikan Berita Ini: