PERISTIWA

Kabut Asap Makin Pekat Kepung Kuala Tungkal, Warga Desak Pemerintah Bertindak

Foto MISDI Pewarta | MISDI • 08 October 2026
Kabut Asap Makin Pekat Kepung Kuala Tungkal, Warga Desak Pemerintah Bertindak

Tanjung Jabung Barat (NN) – Kabut asap kian tebal menyelimuti Kota Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dalam beberapa hari terakhir. Kondisi udara yang memburuk membuat aktivitas warga terganggu dan mengancam kesehatan masyarakat.

Pantauan di lapangan, Kamis (8/10/2026), jarak pandang di sejumlah titik utama, seperti Jalan Siswa, Pelabuhan Marina, dan kawasan Water Front City (WFC), hanya berkisar 50 hingga 100 meter. Bau asap yang menyengat bahkan terasa hingga ke dalam rumah warga.

Sejumlah warga mengeluhkan gangguan pernapasan akibat kondisi tersebut. Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku telah mengalami sesak napas selama beberapa hari terakhir.

“Sudah tiga hari ini sesak napas. Anak saya juga batuk terus dan dada terasa sakit. Kalau keluar rumah, mata terasa perih karena asap,” keluhnya.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya. Mereka mengaku terpaksa menggunakan masker, bahkan saat berada di dalam rumah. Kondisi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan anak-anak dan lanjut usia (lansia).

Masyarakat kini mempertanyakan kinerja pemerintah, khususnya instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, serta pihak kecamatan yang dinilai lamban dalam menangani dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diduga menjadi salah satu sumber kabut asap.

“Setiap tahun seperti ini. Kami butuh tindakan nyata, bukan hanya imbauan. Mana water bombing, mana posko kesehatan, mana pembagian masker gratis? Pemerintah jangan hanya diam,” tegas seorang warga dengan nada kecewa.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat segera mengambil langkah konkret, termasuk menetapkan status siaga darurat asap apabila kondisi memenuhi ketentuan, melakukan penanganan terhadap titik api yang terdeteksi di wilayah gambut, serta membuka layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak gangguan pernapasan atau ISPA.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak DLH maupun BPBD Tanjung Jabung Barat terkait langkah konkret yang telah dilakukan untuk menangani kabut asap yang semakin pekat di Kuala Tungkal. ***

Bagikan Berita Ini: