KAB. BANDUNG (NN) — Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat II, Dr. H. Dadang M. Naser, SH., S.IP., M.I.Pol., menegaskan komitmennya dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada pangan nasional.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri panen perdana Demonstration Plot (Demplot) Pupuk Hayati Cair Purreplant dengan sistem pemupukan berimbang di Babakan Oceng, Desa Ciparay, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimcam Ciparay, perwakilan PT Intani Bumi Lestari, Kepala Desa Ciparay, Babinsa, Bhabinkamtibmas Desa Ciparay, serta Ketua dan anggota Kelompok Tani Sumber Rejeki 4 Ciparay.
Dadang M. Naser mengatakan, panen demplot tersebut menjadi salah satu contoh penerapan teknologi pertanian yang diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi sekaligus mendukung program swasembada pangan.
“Hari ini kita melaksanakan panen padi demplot dengan menggunakan pupuk hayati cair Purreplant melalui sistem pemupukan berimbang. Ini merupakan bagian dari upaya mendukung swasembada pangan nasional,” ujarnya.
Menurut Dadang, panen tersebut dilakukan lebih awal karena tanaman padi memiliki masa panen yang lebih cepat dari perkiraan. Sebelumnya, panen direncanakan berlangsung pada Sabtu, namun berdasarkan laporan petani, kondisi tanaman sudah memasuki waktu panen sehingga dikhawatirkan bulir padi mengalami kerontokan jika ditunda.
“Petani melaporkan bahwa kalau menunggu sampai Sabtu, padi sudah terlalu matang dan dikhawatirkan banyak yang berjatuhan. Karena itu, panen dilakukan hari ini,” katanya.
Ia juga mengungkapkan adanya peningkatan produktivitas pada sejumlah lahan yang mengikuti pola pertanian tersebut. Di Blok Bojong, misalnya, hasil panen yang biasanya berada di kisaran 6,7 ton dilaporkan meningkat menjadi sekitar 9,4 ton.
“Data itu juga berdasarkan laporan BPS. Bahkan ada petani yang melaporkan hasil panennya mencapai lebih dari 11 ton. Ini bukan sulap atau sihir, tetapi hasil nyata yang bisa dilihat dan dirasakan petani,” ungkapnya.
Dorong Jawa Barat Jadi Sentra Pertanian Organik
Dadang menilai penggunaan pupuk hayati dapat menjadi salah satu langkah untuk mendukung cita-cita Gubernur Jawa Barat dalam mengembangkan pertanian organik di Jawa Barat.
Menurutnya, pupuk hayati produksi Purreplant yang dikembangkan bersama PT Intani Bumi Lestari memiliki potensi untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
Ia menyebut, pengembangan pupuk organik dan hayati juga telah diterapkan dalam sejumlah proyek pertanian di luar negeri.
“Semangat Pak KDM untuk menjadikan Jawa Barat sebagai wilayah pertanian organik harus kita dukung. Pupuk hayati yang disiapkan Intani bersama pabrik Purreplant ini diharapkan bisa menjadi salah satu bagian dari program tersebut,” tuturnya.
Dadang berharap inovasi pertanian tersebut dapat dikembangkan secara konsisten sehingga Jawa Barat mampu kembali menjadi salah satu daerah unggulan dalam sektor pangan nasional.
Intensifikasi Jadi Kunci
Lebih lanjut, Dadang mengatakan bahwa tantangan sektor pertanian Jawa Barat saat ini antara lain semakin berkurangnya lahan akibat alih fungsi lahan. Karena itu, peningkatan produktivitas melalui intensifikasi menjadi langkah penting.
“Jawa Barat banyak mengalami alih fungsi lahan. Karena itu, titik tekan kita adalah intensifikasi, bagaimana lahan yang ada bisa menghasilkan lebih banyak,” jelasnya.
Ia menambahkan, selain intensifikasi, pemerintah juga masih memiliki peluang melakukan ekstensifikasi di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Jawa Barat bagian selatan dan beberapa daerah lainnya yang masih memungkinkan untuk pengembangan lahan pertanian.
Dadang optimistis apabila produktivitas pertanian dapat terus ditingkatkan, kesejahteraan petani juga akan ikut terdorong. Terlebih, beras hasil pertanian organik memiliki potensi nilai jual yang lebih tinggi karena kualitas dan proses produksinya.
“Kalau produktivitas bisa mencapai 11 ton dan kualitasnya baik, tentu petani akan mendapatkan nilai tambah. Saya hanya mendorong dari sisi kebijakan dan politik. Mudah-mudahan Jawa Barat kembali menjadi juara pangan di Indonesia,” pungkasnya. ***