KAB. BANDUNG (NN).— Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat II, Dr. H. Dadang M. Naser, S.H., S.I.P., M.I.Pol., bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar sosialisasi Bulan Mutu BPPMHKP 2026 di Gedung Bale Riung, Jalan Raya Laswi No. 603, Desa Serangmekar, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi ikan yang sehat, aman, bermutu, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kegiatan mengusung tema "Ikan Sehat Bergizi untuk Mendukung Pemenuhan Gizi Masyarakat."
Hadir dalam kegiatan tersebut Ahli Utama Inspektorat Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kepala Stasiun Pengendalian Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Cimahi, jajaran Forkopimcam Ciparay, serta ratusan peserta sosialisasi.
Dadang M. Naser mengatakan, edukasi kepada masyarakat mengenai pemilihan produk perikanan yang berkualitas sangat penting. Menurutnya, ikan merupakan salah satu sumber protein yang berperan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
"Kita ingin memastikan apa yang dikonsumsi masyarakat, khususnya anak-anak, bukan hanya ikan yang segar, tetapi juga aman dari zat berbahaya dan memiliki mutu yang terjamin," ujar Dadang.
Ia menjelaskan, kegiatan Bulan Mutu BPPMHKP juga menjadi momentum untuk memperkuat Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Namun, menurutnya, terdapat perbedaan fokus antara program Gemarikan dan Bulan Mutu.
"Kalau Gemarikan lebih berorientasi pada pemenuhan gizi masyarakat, termasuk pencegahan stunting. Sedangkan Bulan Mutu lebih menekankan bagaimana masyarakat memilih ikan yang berkualitas dan aman untuk dikonsumsi," katanya.
Dadang menambahkan, produk perikanan yang diedarkan telah melalui proses pengujian mutu di laboratorium. Standar tersebut, kata dia, juga diarahkan untuk mendukung produk perikanan yang memiliki daya saing hingga pasar ekspor.

Ia mencontohkan sejumlah produk perikanan dari Jawa Barat yang telah dipasarkan ke luar negeri, termasuk ikan yang dikirim ke Taiwan.
"Kita juga ingin memperkuat produktivitas budidaya ikan air tawar, khususnya dengan memastikan kualitas air, pakan, serta proses budidayanya," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Dadang juga mengingatkan para pembudidaya ikan agar memperhatikan jenis pakan yang digunakan. Menurutnya, penggunaan pakan alternatif seperti pakan alami maupun pakan buatan dapat menjadi pilihan untuk meningkatkan efisiensi usaha budidaya.
Ia juga mengingatkan pembudidaya agar tidak menggunakan bangkai ayam sebagai pakan ikan secara langsung karena dapat berdampak terhadap keamanan dan kualitas hasil budidaya.
"Kalau ada ayam yang sudah tidak layak konsumsi, jangan langsung diberikan kepada ikan. Harus melalui pengolahan yang tepat agar tidak menimbulkan risiko terhadap kesehatan dan kualitas ikan," katanya.
Dadang berharap pengembangan budidaya ikan air tawar di Kabupaten Bandung, khususnya Ciparay dan Majalaya, dapat terus ditingkatkan. Ia juga mengajak masyarakat mendukung berbagai program pemerintah di sektor perikanan sebagai bagian dari upaya mempersiapkan sumber daya manusia menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
"Kita ingin mengembalikan kejayaan budidaya ikan air tawar di Jawa Barat, termasuk di Ciparay dan Majalaya. Semoga masyarakat terus mendukung program-program yang baik untuk mempersiapkan Generasi Emas 2045," pungkasnya. ***