KAB. BANDUNG (NN) – Ribuan santri dari 16 pondok pesantren di Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, berkumpul dalam kegiatan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Desa Cipeujeuh, Kecamatan Pacet, Minggu (8/11/2026).
Ribuan santri tersebut terlebih dahulu mengikuti kirab sebelum akhirnya ngariung (berkumpul) di lapangan. Kegiatan berlangsung meriah dengan dihadiri para santri, pengasuh pondok pesantren, tokoh agama, unsur pemerintah, serta masyarakat setempat.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Santri Ngariung (SARUNG) dan berkoordinasi dengan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Pacet, Forkopimcam Pacet, serta sejumlah unsur lainnya itu diawali dengan penampilan kreasi seni para santri. Selanjutnya, kegiatan diisi dengan doa bersama atau istighotsah dan tausiyah.
Camat Pacet, Asep Susanto, S.STP., M.M., melalui Kanit Satpol PP dan Satlinmas Kecamatan Pacet, Taryana, S.IP., dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk mengenang perjuangan ulama dan santri sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi penerus.
"Peringatan Hari Santri Nasional ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang besarnya peran ulama dan santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Semangat perjuangan tersebut harus terus kita teladani dengan menjaga persatuan, memperkuat kerukunan, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan bangsa," ujar Taryana.
Ia berharap para santri dapat terus berkembang menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, memiliki semangat nasionalisme, serta mampu menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan budaya bangsa.
"Santri harus mampu menjadi generasi penerus yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki wawasan luas, berkarakter, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Mari kita isi kemerdekaan dengan karya nyata, pengabdian, dan akhlak yang baik untuk menuju Indonesia Emas 2045," tambahnya.
Menurut Taryana, semangat Resolusi Jihad yang diwariskan para ulama perlu terus menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan melalui berbagai kegiatan positif.
Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, Pemerintah Kecamatan Pacet mengajak seluruh masyarakat untuk mempererat persaudaraan, menjaga toleransi, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih, indah, aman, damai, dan harmonis.
Peringatan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya peran santri dalam perjalanan bangsa, khususnya sebagai generasi penerus yang bertanggung jawab menjaga nilai-nilai keagamaan, persatuan, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sementara itu, Wakil Ketua Pelaksana Kegiatan, Riyad Abdul Wasi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh santri dari 16 pondok pesantren dengan jumlah peserta hampir mencapai 1.000 orang.
"Pada kesempatan ini, kami mengadakan peringatan Hari Santri Nasional. Di lapangan ini ada beberapa pondok pesantren yang menurunkan santrinya. Tercatat ada 16 pondok pesantren dengan jumlah santri yang hadir hampir 1.000 orang lebih," ungkap Riyad.
Ia berharap peringatan Hari Santri Nasional tahun 2026 dapat menjadi momentum untuk mengenang Resolusi Jihad yang ditetapkan pada 22 Oktober 1945 dan diwariskan oleh para kiai sebagai motivasi bagi generasi santri agar semakin giat belajar serta bangga menjadi santri.
"Kami berharap momentum ini bisa menjadi motivasi bagi para santri untuk lebih giat belajar dan semakin bangga menjadi santri. Adapun tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah 'Santri Aya, Santri Bisa'," ucapnya.
Di tempat yang sama, Ketua Pelaksana Kegiatan, Irfan Chaniago, menambahkan bahwa kegiatan peringatan Hari Santri Nasional di Kecamatan Pacet diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi lebih baik pada masa mendatang.
"Melalui kegiatan ini, mudah-mudahan ke depannya bisa lebih maju, lebih jaya, dan semakin semangat lagi dalam menyelenggarakan acara Hari Santri di Kecamatan Pacet," tutur Irfan.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi ant santri dan pondok pesantren, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan, meningkatkan kecintaan terhadap agama dan bangsa, serta menumbuhkan kebanggaan sebagai bagian dari generasi penerus Indonesia. ***