BANDUNG

Anggota DPR RI Fraksi Golkar ,H Dadang M Naser Rayakan HUT Ke-62 Partai Golkar, dan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Gelar GPM dan Tabligh Akbar 

Foto AGUS RACHMAT Pewarta | AGUS RACHMAT • 28 October 2026
Anggota DPR RI Fraksi Golkar ,H Dadang M Naser Rayakan HUT Ke-62 Partai Golkar, dan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Gelar GPM dan Tabligh Akbar 

Kab Bandung (NN) -, Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Bandung sekaligus memperingati  Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026, menggelar sejumlah kegiatan mulai dari Gerakan Pangan Murah (GPM),dan Produk UMKM, Hiburan Band Religi, hingga Tabligh Akbar penceramah, Ustad Nana Gerhana, kegiatan tersebut di inisiasi oleh Anggota DPR RI  Fraksi Partai Golkar Dapil Jabar II , Dr. H.Dadang M Naser SH.M.I.Pol, berlangsung di area halaman Masjid Al- Karomah Jalan Raya Laswi Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung. pada Rabu (28/10/2026)

Dihadiri Jajaran pengurus DPD Partai Golkar Jawa Barat, Jajaran pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung, PD, PK,Para Tokoh dan Simpatisan Partai Golkar,  perwakilan Badan Pangan Nasional (BPN), Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Barat ,Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bandung, unsur perwakilan dari pemerintahan Kecamatan Ciparay , para Kepala Desa se- Kecamatan Ciparay,serta ribuan masyarakat yang hadir.

Dalam sambutannya.H Dadang M Naser, menegaskan bahwa kemandirian dan kedaulatan pangan adalah kunci kekuatan kekuatan bangsa.Negara yang kuat adalah yang mampu menata dan mengolah alamnya sendiri.Indonesia dulu dijajah karena kekayaan alamnya.Kini kita harus merdeka dalam pangan, Ujarnya"

H.Dadang M Naser, menyoroti bahwa meski indonesia adalah negara agraris dan maritim.ketergantungan pada imfor masih tinggi.Seperti  Beras, Bawang Putih,Tepung, Ikan dan Terigu masih dikirim dari luar negeri .Hal ini membuat devisa negara terus mengalir keluar.

Kita ingin membalik keadaan devisa negara orang lain yang masuk ke indonesia. Ketahanan pangan adalah yang paling cepat  kita bangun melalui industri dalam negeri, Ungkapnya,"

Lebih lanjut, H.Dadang M Naser, Bahwa dalam waktu satu setengah tahun.Indonesia telah berhasil menurunkan ketergantungan infor beras secara signifikan.Kini justru indonesia sudah mulai mengeksfor  beras dan gula ke negara lain.Pemerintah juga sedang mengembangkan beras khusus bernutrisi untuk lansia dan kebutuhan khusus.yang dikirim ke Mesir sebagai percontohan keberhasilan Swasembada. 

Namun tantangan terbesar saat ini adalah ketergantungan pada Tepung terigu yang masih sepenuhnya di infor. Kita sedang berjuang mengembangkan tepung -tepung alternatif dari hasil bumi petani kita.Saya mohon kepada ibu -ibu kurangi konsumsi makanan berbahan terigu selain mahal juga kurang baik bagi kesehatan.Pesannya,"

Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) ini  diharapkan masyarakat tidak hanya terbantu  dengan akses pangan yang terjangkau tetapi juga semakin sadar pentingnya mencintai produk petani lokal. Dukungan terhadap petani sendiri adalah langkah nyata mewujudkan kedaulatan pangan yang sesungguhnya. ***

Bagikan Berita Ini: