BANDUNG

Anggota DPR RI Fraksi Golkar H. Dadang M. Naser Bersama PT Pupuk Indonesia Gelar Bimtek Akses dan Tata Cara Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Ciparay

Foto AGUS RACHMAT Pewarta | AGUS RACHMAT • 01 November 2026
Anggota DPR RI Fraksi Golkar H. Dadang M. Naser Bersama PT Pupuk Indonesia Gelar Bimtek Akses dan Tata Cara Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Ciparay

KAB. BANDUNG (NN) – Setelah melaksanakan kegiatan di wilayah Kecamatan Pacet pada pagi hari, Anggota DPR RI Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat II, Dr. H. Dadang M. Naser, S.H., S.I.P., M.I.Pol., kembali bersama PT Pupuk Indonesia menggelar kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) mengenai akses dan tata cara penyaluran pupuk bersubsidi.

Kali ini, kegiatan menyasar kelompok tani di wilayah Kecamatan Ciparay dan Baleendah. Acara berlangsung di Balai Riung Al-Karomah, Jalan Raya Laswi, Desa Gunung Leutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (31/10/2026) sore.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimcam Ciparay yang diwakili Kasi Pemerintahan Saepuloh, S.K.M., Kepala Desa Gunung Leutik Agus Hamdani, S.I.P., PPL Pertanian Ciparay, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas Desa Gunung Leutik, kelompok tani dari wilayah Ciparay dan Baleendah, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, H. Dadang M. Naser menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada para petani mengenai mekanisme akses dan penyaluran pupuk bersubsidi.

“Setelah tadi pagi di Pacet, sore ini kami kembali hadir di Ciparay untuk memberikan pemahaman yang sama kepada para petani di wilayah ini,” ujarnya.

Menurutnya, Kecamatan Ciparay memiliki karakteristik pertanian yang istimewa. Hamparan persawahan di wilayah tersebut sebagian besar ditanami padi dan menjadi salah satu kawasan sawah abadi terbesar di Kabupaten Bandung.

“Ciparay bukan sekadar lumbung padi Kabupaten Bandung, tetapi juga menjadi salah satu penopang produksi padi di Jawa Barat. Karena itu, wajar jika dukungan yang diberikan harus lebih besar dibandingkan wilayah lainnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dadang M. Naser menegaskan bahwa luasnya areal pertanian yang dilindungi harus diimbangi dengan dukungan program pertanian yang sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kita bedakan dengan kecamatan lain. Selain pupuk untuk tanaman padi, kita juga siapkan dukungan untuk bibit sayur-mayur, jagung, hortikultura, hingga sektor peternakan. Yang penting, bagaimana kita juga memajukan petani nonpadi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tujuan utama dari berbagai dukungan tersebut adalah menjadikan Kabupaten Bandung tidak hanya unggul dalam produksi padi, tetapi juga berkembang dalam sektor perikanan, peternakan, dan hortikultura.

“Tujuan kita satu, Kabupaten Bandung tidak hanya kuat dari segi produksi padi, tetapi juga kaya akan hasil perikanan, peternakan, dan hortikultura. Ketahanan pangan yang kuat itu harus beragam, bukan bertumpu pada satu komoditas saja,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dadang M. Naser juga menyoroti sejumlah kendala yang berkembang di lapangan, khususnya terkait mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi secara langsung dari pabrik kepada petani melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul dalam penerapan mekanisme tersebut perlu dikaji dan dicarikan solusi bersama, termasuk menyangkut keberadaan para pengecer pupuk yang selama ini turut berperan dalam rantai distribusi.

“Kita sedang mengurai berbagai kesulitan yang ada, termasuk terkait rencana penyaluran pupuk bersubsidi melalui KDMP. Hal yang menjadi perhatian kita bersama adalah bagaimana nasib para pengecer pupuk di tengah perubahan sistem ini. Ini yang harus kita cari solusinya bersama,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa upaya mewujudkan kedaulatan pangan nasional membutuhkan dukungan menyeluruh, mulai dari ketersediaan pupuk yang tepat waktu, bibit berkualitas, hingga sistem distribusi yang adil dan mampu melibatkan seluruh pihak terkait.

“Kedaulatan pangan Indonesia tidak bisa berdiri sendiri. Dibutuhkan dukungan menyeluruh, mulai dari pupuk yang tepat waktu, bibit berkualitas, hingga saluran distribusi yang adil bagi semua pihak. Dari Ciparay, Kabupaten Bandung, kita turut berkontribusi untuk kejayaan pangan Indonesia. Terus semangat, Bapak dan Ibu petani sekalian!” pungkasnya. ***

Bagikan Berita Ini: