Kab. Bandung (NN) – Sebanyak 1.705 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Sagaracipta, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, menerima bantuan pangan berupa beras untuk alokasi tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.
Penyaluran bantuan dilakukan Pemerintah Desa Sagaracipta melalui Puskesos desa dengan dibantu perangkat desa pada Rabu (2/9/2026). Masing-masing KPM menerima total 30 kilogram beras atau 10 kilogram untuk setiap bulan.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah dalam memperkuat jaring pengaman sosial sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, khususnya bagi keluarga penerima manfaat.
Kepala Desa Sagaracipta, Mamat, S.IP., mengatakan bahwa bantuan pangan berupa beras pada triwulan ini relatif sama di sejumlah desa. Namun, terdapat perbedaan dengan penyaluran pada periode sebelumnya.
“Kalau untuk bantuan pangan beras di triwulan ini, hampir di tiap desa sama. Berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya. Waktu itu KPM menerima 20 kilogram beras ditambah minyak goreng. Sekarang menerima beras sebanyak 30 kilogram,” ujar Mamat.

Menurutnya, jumlah penerima bantuan di Desa Sagaracipta juga mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Saat ini tercatat sebanyak 1.705 KPM yang menerima bantuan, sedangkan sebelumnya jumlah penerima mencapai lebih dari 1.800 KPM.
“Sekarang di Desa Sagaracipta ada 1.705 KPM yang menerima bantuan. Sebelumnya lebih dari 1.800 KPM. Jadi, ada pengurangan sekitar 100 KPM,” katanya.
Mamat berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat penerima, terlebih kondisi kemarau panjang yang saat ini terjadi turut berdampak terhadap sektor pertanian di wilayah Desa Sagaracipta.
“Kita berharap kepada warga masyarakat, khususnya KPM yang mendapatkan bantuan beras, mudah-mudahan bantuan ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Apalagi sekarang di Desa Sagaracipta, Kecamatan Ciparay, ada sedikit kendala gagal panen akibat kemarau panjang,” harapnya.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Desa Sagaracipta tidak melakukan pemotongan maupun meminta pungutan dalam bentuk apa pun terhadap bantuan yang diterima KPM.
“Untuk Pemerintah Desa Sagaracipta, kita tidak menginstruksikan hal-hal yang lain dan tidak ada pemotongan apa pun,” tegasnya.
Mamat juga mengimbau para KPM agar tidak menjual bantuan beras tersebut. Menurutnya, kondisi kemarau panjang berpotensi memengaruhi hasil panen dan harga beras di pasaran.
“Selain itu, kepada para KPM, bantuan beras tersebut jangan dijual. Sekarang kan kemarau panjang, banyak kendala gagal panen. Kita khawatir nanti harga beras naik,” pungkasnya. ***