Kab. Bandung (NN) – Rapat Koordinasi (Rakor) pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) digelar sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan. Kegiatan tersebut berlangsung di Kedai Kaka, Jalan Raya Pacet–Majalaya, Desa Cipeujeuh, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Jumat (9/10/2026) sore.
Rakor tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pacet, Ketua Apdesi Kecamatan Pacet, Kepala Puskesmas Pacet dan Panca, para kepala desa, Ketua TP-PKK desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta sejumlah pihak yang terlibat langsung dalam pelaksanaan Program MBG di wilayah Kecamatan Pacet.
Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta memastikan kesiapan seluruh pihak dalam mendukung pelaksanaan program di lapangan.
Dalam rapat tersebut, berbagai hal dibahas, mulai dari mekanisme pelaksanaan program, sasaran penerima manfaat, hingga peran masing-masing pihak dalam menunjang kelancaran program MBG. Penekanan juga diberikan pada pentingnya pengawasan dan sinergi lintas sektor agar program berjalan efektif, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Camat Pacet, Asep Susanto, S.STP., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa pemerintah kecamatan siap berperan aktif dalam mendukung dan mengawal pelaksanaan Program MBG agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Program Makanan Bergizi Gratis ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama dan koordinasi yang baik dari seluruh pihak agar pelaksanaannya berjalan lancar,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Kecamatan (Korcam) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Pacet, Yushak, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir serta berpartisipasi dalam rapat koordinasi tersebut.
“Alhamdulillah, pada hari ini telah dilaksanakan rapat koordinasi Program MBG di wilayah Kecamatan Pacet. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir. Dalam kegiatan ini, kami menerima dan menampung berbagai aspirasi, khususnya dari para kepala desa, Ketua KDMP, para manajer SPPG, unsur Forkopimcam, Kepala Puskesmas Pacet dan Panca, kader desa, serta Ketua TP-PKK,” ungkap Yushak.

Ia menjelaskan, berbagai aspirasi yang disampaikan dalam rapat tersebut telah dicatat untuk ditindaklanjuti. Hal ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan agar pelaksanaan Program MBG ke depan semakin baik dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Menurut Yushak, Program MBG dan keberadaan SPPG juga diharapkan mampu menjadi penggerak sirkulasi ekonomi di tingkat desa, sebagaimana cita-cita Presiden Prabowo Subianto. Untuk mewujudkan hal tersebut, keterlibatan pelaku ekonomi lokal perlu diperkuat, mulai dari petani, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga peternak.
“Seluruh elemen masyarakat, khususnya petani, pelaku UMKM, dan peternak, diharapkan dapat menyuplai kebutuhan bahan baku SPPG melalui KDMP ataupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dengan demikian, perputaran anggaran program ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menggerakkan perekonomian di lingkungan setempat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Yushak mengarahkan seluruh kepala SPPG di wilayah Kecamatan Pacet agar segera melakukan koordinasi lanjutan dengan kepala desa setempat, Ketua KDMP, serta manajer koperasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun komunikasi yang harmonis dan memperkuat kolaborasi dalam mendukung operasional SPPG.
Ia berharap, melalui koordinasi dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan, pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis di Kecamatan Pacet dapat berjalan optimal, tepat sasaran, serta memberikan dampak positif bagi peningkatan kesehatan, pemenuhan gizi, dan kesejahteraan masyarakat. ***