(Tokyo-Jepang) Watanabe Ken, aktor Jepang yang sudah dikenal di dunia internasional melalui film seperti The Last Samurai, Jumat (05/03) memenangkan penghargaan sebagai aktor terbaik dalam acara Japan Academy Prize, yang merupakan versi Jepang dari acara penghargaan Academy Awards di AS.
Turut hadir dalam acara tersebut adalah Perdana Menteri Hatoyama Yukio, yang menyampaikan pujian untuk Watanabe dengan mengatakan, "Dari semua orang, Watanabe memang tokoh yang membuat matahari tidak pernah terbenam."
Turut hadir dalam acara tersebut adalah Perdana Menteri Hatoyama Yukio, yang menyampaikan pujian untuk Watanabe dengan mengatakan, "Dari semua orang, Watanabe memang tokoh yang membuat matahari tidak pernah terbenam."
Pernyataan Hatoyama itu terkait film yang membawa kemenangan bagi Watanabe, yakni film yang juga memenangkan penghargaan untuk film terbaik dalam acara yang sama, film berjudul "Shizumanu Taiyo" (Matahari yang Tidak Pernah Terbenam).
Mengenai film ini, Watanabe (50 tahun) yang berperan sebagai tokoh utama memaparkan, "Sama seperti peran saya yang bernama Onchi, saya juga sangat berterima kasih untuk istri dan anak-anak saya, yang terpaksa saya tinggal selama proses pengambilan gambar."
Dalam film yang menceritakan kisah nyata tentang kecelakaan pesawat JAL pada tahun 1985 silam ini, Watanabe berperan sebagai Onchi Hajime, seorang pria yang tidak pernah berhenti melakukan perjalanan keluar negeri.
Selain di Jepang, pengambilan gambar untuk film ini juga sempat dilakukan di negara Kenya dan Iran. (YA/KN)
Mengenai film ini, Watanabe (50 tahun) yang berperan sebagai tokoh utama memaparkan, "Sama seperti peran saya yang bernama Onchi, saya juga sangat berterima kasih untuk istri dan anak-anak saya, yang terpaksa saya tinggal selama proses pengambilan gambar."
Dalam film yang menceritakan kisah nyata tentang kecelakaan pesawat JAL pada tahun 1985 silam ini, Watanabe berperan sebagai Onchi Hajime, seorang pria yang tidak pernah berhenti melakukan perjalanan keluar negeri.
Selain di Jepang, pengambilan gambar untuk film ini juga sempat dilakukan di negara Kenya dan Iran. (YA/KN)


