(Tokyo-Jepang) Rumah Sakit Keio di kota Minato, Tokyo, dan tujuh institusi kesehatan lainnya, Senin (8/02) mulai melakukan uji coba terhadap pengobatan baru yang telah ditemukan untuk penyakit kardiomiopati.
Kardiomiopati sendiri merupakan penyakit yang diakibatkan oleh melemahnya otot jantung, dan hingga kini hanya dapat disembuhkan melalui transplantasi jantung.
Kardiomiopati sendiri merupakan penyakit yang diakibatkan oleh melemahnya otot jantung, dan hingga kini hanya dapat disembuhkan melalui transplantasi jantung.
Namun para peneliti di kedelapan institusi kesehatan ini, telah menemukan cara pengobatan baru terhadap kardiomiopati, dengan menggunakan metode "immunosorbent".
Menurut Yoshikawa Tsutomu, profesor di Universitas Keio, metode pengobatan ini dapat menyaring darah pasien, dan menghilangkan sejenis protein, yang dipercaya merupakan penyebab memburuknya kondisi pasien.
Melalui uji coba klinis yang sudah dilakukan di luar negeri, pengobatan ini terbukti dapat memperbaiki fungsi jantung. Setelah menerima pengobatan, beberapa pasien yang tadinya hanya dapat berjalan selama beberapa menit, terbukti dapat melakukan pekerjaan rumah, bahkan kembali ke kantor.
Yoshikawa memaparkan, melalui uji coba yang akan dilakukan, maka pihaknya dapat melihat pasien mana saja yang dapat menerima manfaat pengobatan, dan mana yang tidak, karena menurutnya pengobatan ini tidak memiliki efek yang sama untuk semua orang.
Ia menambahkan, diharapkan metode pengobatan ini kelak dapat menggantikan tranplantasi jantung. (YA/NN)
Menurut Yoshikawa Tsutomu, profesor di Universitas Keio, metode pengobatan ini dapat menyaring darah pasien, dan menghilangkan sejenis protein, yang dipercaya merupakan penyebab memburuknya kondisi pasien.
Melalui uji coba klinis yang sudah dilakukan di luar negeri, pengobatan ini terbukti dapat memperbaiki fungsi jantung. Setelah menerima pengobatan, beberapa pasien yang tadinya hanya dapat berjalan selama beberapa menit, terbukti dapat melakukan pekerjaan rumah, bahkan kembali ke kantor.
Yoshikawa memaparkan, melalui uji coba yang akan dilakukan, maka pihaknya dapat melihat pasien mana saja yang dapat menerima manfaat pengobatan, dan mana yang tidak, karena menurutnya pengobatan ini tidak memiliki efek yang sama untuk semua orang.
Ia menambahkan, diharapkan metode pengobatan ini kelak dapat menggantikan tranplantasi jantung. (YA/NN)


