Home Berita Utama Ekonomi & Bisnis Sosial & Hiburan
Indeks Sorotan , Jakarta Shimbun English

Tim Tanggap Darurat Radiasi Nuklir Dibentuk di Jepang

January 22, 2010 12:32 AM { kategori: }

(Chiba-Jepang) Lembaga penelitian di Chiba, telah membentuk tim tanggap darurat radiasi nuklir, pertama di dunia yang anggotanya akan memberikan perawatan awal bagi perorangan yang terkena radiasi.

Juru bicara National Institute of Radiological Sciences (NIRS) menyatakan, seiring dengan semakin banyaknya negara di Asia yang menggunakan pembangkit listrik tenaga nuklir, maka kemungkinan kenaikan kecelakaan nuklir yang menimbulkan kebocoran radio aktif juga semakin meningkat.

Tim tanggap darurat nuklir ini beranggotakan 40 orang, termasuk doktor dengan spesialisasi perawatan, pengukuran dan perlindungan radiasi.

Tim ini, yang beranggotakan 5 sampai 10 orang, akan diberangkatkan dalam waktu 48 jam, bila ada panggilan darurat dari negara yang mengalami kecelakaan nuklir, atau dari International Atomic Energy Agency (IAEA).

Tim ini juga akan membawa reagen dekontaminasi, seperti iodine, serta alat pengukur radiasi dan perangkat analisa radionuklida.

Data yang didapat akan dikirim ke kantor pusat NIRS melalui satelit dan segera dianalisa oleh tim lain.

Kepala Research Center for Radiation Emergency Medicine, (NIRS) Akashi Makoto menyatakan kecelakaan besar di fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir biasanya terjadi sekali setahun.

Di masa silam, NIRS juga mengirimkan beberapa ahli, untuk terlibat dalam kasus kecelakaan nuklir, namun merupakan bagian dari tim multinasional.

NIRS merupakan organisasi di Jepang yang memfokuskan pada bidang pengobatan radiasi darurat. (YD/KN)
















■Hak cipta © Nusantara-News.■ Informasi Perusahaan Hubungi Kami Bantuan