(Jakarta-Indonesia) Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Al Jufri Rabu (27/01) menyatakan, proses renovasi terhadap Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kalibata, menelan anggaran sebesar Rp 23 milyar.
"Renovasi tahap I telah dirampungkan tahun lalu, dengan menghabiskan biaya sebesar Rp 12 milyar. Sedangkan dana dari APBN 2009 untuk renovasi tahap II sekitar Rp 11 milyar," katanya pada upacara peresmian renovasi TMPN Kalibata, di Jalan Raya Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu.
Salim menguraikan, renovasi tahap II meliputi penggantian lantai plaza seluas 2.692 meter persegi, penggantian lantai depan plaza seluas 7.856 meter persegi, renovasi kolam air mancur sebesar 2.962 meter persegi, dan area pedestrian sebesar 2.070 meter persegi.
Salim menambahkan, TMPN Kalibata ini juga didukung dengan fasilitas perpustakaan, gedung teater, dan gedung konvensi, yang berfungsi sebagai sarana pelestarian nilai kepahlawanan, keperintisan dan kesetiakawanan sosial.
"Disamping sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan atas jasa pahwalan, renovasi ini juga menjadikan TMPN Kalibata lebih nyaman, bersih, indah, dan jauh dari kesan angker yang selama ini melekat dalam masyarakat tentang makam," ujarnya.
TMPN Kalibata merupakan makam yang diperuntukkan bagi mereka yang telah berjasa kepada negara RI, termasuk pahlawan nasional, anggota militer, dan pejabat tinggi negara.
Awalnya, TMP Kalibata berlokasi di Ancol, dengan nama TMP Ancol. Namun pada tahun 1953, atas perintah Presiden RI saat itu, Ir. Soekarno, TMP Ancol dipindahkan ke tanah seluas 5 hektar, di daerah Kalibata, karena lokasi Ancol dianggap sudah tidak layak.
Kemudian pada tahun 1973, atas persetujuan Presiden RI Soeharto, TMP Kalibata diperluas menjadi 25 hektar, agar dapat mencerminkan fungsinya sebagai TMP Nasional.
TMPN Kalibata yang berukuran 25 hektar, memiliki 8.901 makam, dengan diisi oleh 8.925 jenazah, termasuk 29 orang pahlawan nasional. (YA)


