Home Berita Utama Ekonomi & Bisnis Sosial & Hiburan
Indeks Sorotan , Jakarta Shimbun English

Presiden Yudhoyono Resmikan 10 Proyek Infrastruktur

January 27, 2010 12:42 AM { kategori: }
(Jawa Barat-Indonesia) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Selasa (26/01), meresmikan 10 proyek infrastruktur senilai 3,5 triliun, yang masuk dalam program 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu II.

Peresmian ke 10 proyek infrastruktur itu, dipusatkan di Cirebon, Jawa Barat, yakni pada proyek jalan tol Kanci-Pejagan, yang menghubungkan Kabupaten Cirebon, Jawa Barat dengan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.a
Dalam kata sambutannya, Presiden Yudhoyono mengharapkan dengan rampungnya 10 proyek infrastruktur ini, maka perekonomian masyarakat disekitar proyek bisa semakin meningkat.

Selain itu, Presiden juga meminta agar seluruh infrastruktur yang ada harus dijaga dan digunakan dengan maksimal.

"Mari gunakan infrastruktur ini sebaik-baiknya, dana yang diperlukan untuk membangun infrastruktur mahal, diambil dari APBN, sebagian dikerjasamakan dengan swasta agar cukup anggaran untuk membangun infrastruktur di seluruh Indonesia," papar Presiden Yudhoyono. "Oleh karena itu, rawat baik-baik, pelihara. Jangan lekas rusak, kalau rusak memerlukan anggaran kembali untuk merehabilitasinya, padahal anggaran bisa kita gunakan untuk membangun infrastruktur yang lain atau untuk membangun keperluan lain yang diharapkan rakyat."

Presiden juga menjelaskan ada tiga agenda utama yang menjadi fokus perhatian pemerintahnya dalam lima tahun kedepan. Pertama, pembangunan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, dengan memprioritaskan pada sektor pertanian, perindustrian dan jasa. Kedua, pembangunan demokrasi, yang tidak sekedar bebas, tapi juga santun dan harmoni. ketiga, pembangunan untuk meningkatkan keadilan bagi semua masyarakat hingga wilayah terpencil.

Proyek yang diresmikan yakni,

1, Proyek jalan tol Kanci-Pejagan, sepanjang 35 kilometer dengan nilai investasi Rp 2,4 triliun, bagian dari jalan tol trans Jawa, untuk memperlancar arus lalu lintas di Jalur Pantai Utara, Pulau Jawa.

2, Proyek Pengendali Banjir Medan, Sumatera Barat, anggaran Rp818 miliar bersumber dari APBN dan APBD dan pinjaman pemerintah Jepang.

3, Proyek Bendungan di Jembrana Bali, dengan kapasitas 1,6 juta meter kubik. Berkemampuan menyediakan air untuk daerah irigasi seluas 1008 hektar dan Subak untuk 82 hektar, anggaran Rp107,4 miliar.

4, Proyek Jembatan Layang Amplas di jalan Si Singamangaradja Medan, Sumatra Utara, sepanjang 1,5 km, dengan dana sebesar Rp124 miliar.

5, Proyek Jembatan Urip Sumohardjo di Makassar, terdiri dari jalan layang sepanjang 2,7 km, dengan dana Rp80 miliar.

6, Proyek Jembatan di Cilaki, Jawa Barat, sepanjang 82 meter dengan dana dari APBN sebesar Rp102 miliar.

7, Proyek Sistem Air Minum di Sukabumi, Tasikmalaya, Majalengka, Jawa Barat dengan kapasitas debit air 70 liter per detik, untuk 5.500 rumah senilai Rp13,5 miliar.

8, Proyek Sistem Air Minum di Jawa Tengah, dengan total kapasitas 165 kubik per detik, dana sebesar Rp28 miliar.

9, Proyek Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Cingiset dan Sumedang, Jawa barat, sebanyak 6 blok senilai Rp49,2 miliar.

10, Proyek Rusunawa Krapyak Pekalongan Cilacap, Surakarta, Jepara dan Semarang, Jawa Tengah, sebanyak 9 blok senilai Rp88 miliar. (YD)















■Hak cipta © Nusantara-News.■ Informasi Perusahaan Hubungi Kami Bantuan