(Tokyo-Jepang) Asosiasi Toko Serba Ada Jepang (JDSA) Jumat (22/01) mengumumkan, hasil penjualan toko serba ada di Jepang selama tahun 2009, mencapai 6,58 trilyun yen.
Berdasarkan data JDSA, penjualan di tahun 2009 merupakan yang terendah sejak tahun 1985, dengan angka dibawah 7 trilyun yen.
Berdasarkan data JDSA, penjualan di tahun 2009 merupakan yang terendah sejak tahun 1985, dengan angka dibawah 7 trilyun yen.
Juru bicara JDSA menjelaskan, penjualan barang mewah seperti perhiasan dan produk-produk terbuat dari logam mulia, mengalami penurunan terbanyak akibat resesi ekonomi, yakni sebanyak 15,3 persen.
Selain itu, penjualan produk pakaian juga turun 13,2 persen, produk rumah tangga sebanyak 11,3 persen, dan produk makanan juga turun 4,6 persen.
Sementara itu, Asosiasi Toko Eceran Jepang (JCSA) Jumat juga mengumumkan, penjualan supermarket di Jepang secara keseluruhan juga turun selama tahun 2009, yakni sebanyak 4,3 persen dibandingkan 2008, menjadi hanya 12,83 trilyun yen.
Menurut data JCSA, tahun 2009 merupakan pertama kalinya sejak 1988, penjualan supermarket di Jepang tidak mencapai angka 13 trilyun yen.
Juru bicara JCSA menjelaskan, selama 2009, menurunnya pembelanjaan konsumen dipicu oleh berkurangnya pendapatan rumah tangga.
"Fakta ini mendorong kami untuk turut menurunkan harga komoditas, namun tetap tidak memberi pengaruh yang signifikan," ujarnya. (YA/KN)
Selain itu, penjualan produk pakaian juga turun 13,2 persen, produk rumah tangga sebanyak 11,3 persen, dan produk makanan juga turun 4,6 persen.
Sementara itu, Asosiasi Toko Eceran Jepang (JCSA) Jumat juga mengumumkan, penjualan supermarket di Jepang secara keseluruhan juga turun selama tahun 2009, yakni sebanyak 4,3 persen dibandingkan 2008, menjadi hanya 12,83 trilyun yen.
Menurut data JCSA, tahun 2009 merupakan pertama kalinya sejak 1988, penjualan supermarket di Jepang tidak mencapai angka 13 trilyun yen.
Juru bicara JCSA menjelaskan, selama 2009, menurunnya pembelanjaan konsumen dipicu oleh berkurangnya pendapatan rumah tangga.
"Fakta ini mendorong kami untuk turut menurunkan harga komoditas, namun tetap tidak memberi pengaruh yang signifikan," ujarnya. (YA/KN)


