Home Berita Utama Ekonomi & Bisnis Sosial & Hiburan
Indeks Sorotan , Jakarta Shimbun English

Condors, Kelompok Penari Laki-laki Jepang, Tampil di Teater Salihara

January 25, 2010 12:21 AM { kategori: }
(Jakarta-Indonesia) Condors, kelompok penari laki-laki dari Jepang, yang sudah seringkali melakukan tur ke mancanegara, pada tanggal 22 dan 23 Januari silam menampilkan pertunjukan terbarunya berjudul "Conquest of the Galaxy: Mars" di Teater Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Setelah sukses melakukan pertunjukan perdananya di New York City, AS, pada tahun 2001, dengan pertunjukan "Conquest of the Galaxy: Jupiter", Condors sudah membawa aksinya ke berbagai belahan dunia lainnya, termasuk Hongkong, Korea, Malaysia, Inggris, dan Perancis.
Sementara di Indonesia, penampilan Condors kali ini merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, Condors tampil di Jakarta pada tahun 2003, saat itu mementaskan "Conquest of the Galaxy: Jupiter".

Pada pertunjukkan Condors kali ini,  ruangan teater Salihara, dipenuhi oleh penonton, bahkan terlihat beberapa penonton yang tidak mendapat bangku, harus menonton sambil berdiri.

Selama pertunjukan berdurasi kurang lebih satu setengah jam, Condors berhasil memukau penonton dengan pertunjukan tarian kontemporer, yang diselingi sandiwara jenaka, sehingga para penonton tidak bisa berhenti tertawa.

Reaksi penonton semakin ramai, saat melihat anggota Condors memasukkan berbagai unsur lelucon Indonesia dalam pertunjukan mereka, dengan menggunakan bahasa Indonesia yang terpatah-patah.

Di samping lelucon yang disampaikan dengan bahasa Inggris, Condors juga menghibur penonton dengan berbagai ucapan terkenal di Indonesia, seperti "Cape deh..", "Tooopp", dan bahkan ucapan "Saya cinta Peter Pan", dimana seorang anggota juga tampil dengan dandanan menyerupai Ariel, vokalis Peter Pan.

Condors didirikan pertama kali pada tahun 1996, oleh Kondo Ryohei, dan dari namanya kemudian diambil menjadi nama kelompok ini, yakni dari Kondo menjadi Condors.

Kelebihan pertunjukan Condors, yakni tidak hanya menampilkan tarian kontemporer dan sandiwara komedi, namun juga diselingi tampilan video lelucon yang juga digarap oleh personilnya, sehingga berhasil membuat penampilan Condors tidak hanya terkenal di Jepang, namun juga di dunia.

Kondo memaparkan, "Karena kami juga sibuk melakukan pertunjukan keliling di Jepang, maka hanya punya kesempatan untuk melakukan pertunjukan diluar negeri satu kali setahun."

Saat ditanya apakah mereka benar bisa berbahasa Indonesia, mengingat penampilannya yang juga diisi dengan lelucon Indonesia, Kondo mengakui, tidak ada satupun anggotanya yang dapat berbahasa Indonesia. "Semua naskah bahasa Indonesia, ditulis dalam Katakana, jadi kami sebenarnya tidak tahu apa yang kami ucapkan," katanya.

Kondo menjelaskan, sesampainya mereka di Jakarta, mereka bekerjasama dengan pihak penyelenggara untuk memasukkan unsur lelucon Indonesia kedalam aksi mereka, guna lebih menghibur penonton. "Kami melakukan ini di setiap negara yang kami kunjungi, dengan cara memperlihatkan video pertunjukan terdahulu, dan meminta bantuan orang setempat untuk menambahkan unsur lelucon negaranya," ujar Kondo. (YA)


250110Condors.JPG















■Hak cipta © Nusantara-News.■ Informasi Perusahaan Hubungi Kami Bantuan