Home Berita Utama Ekonomi & Bisnis Sosial & Hiburan
Indeks Sorotan , Jakarta Shimbun English

PM Hatoyama Tidak Laporkan Penjualan Saham Senilai 72 Juta Yen Pada 2008

November 5, 2009 12:23 AM { kategori: }
Perdana Menteri Jepang Hatoyama Yukio tidak melaporkan pendapatan dari hasil penjualan 150,000 saham senilai 72 juta yen pada tahun 2008.
Berita yang dilansir Yomiuri Shimbun pada Selasa (3/11) menjelaskan Hatoyama menjual saham 10 perusahaan yang terdaftar di first section Bursa Saham Tokyo (TSE).

Namun, Hatoyama tidak memasukan hasil dari penjualan saham ini, kedalam laporan penghasilan tahun 2008, yang wajib diserahkan oleh para anggota parlemen, karena berdasarkan Undang-undang mereka harus mengumumkan jumlah gaji, aset yang dimiliki dan sumber penghasilan.

Namun, staf Hatoyama sudah melaporkan pendapatan dari hasil penjualan saham, dan juga sudah melunasi nilai pajak yang harus dibayar.

Selain itu, staf Hatoyama juga menyatakan laporan keuangannya juga sudah diperbaiki dan telah menyerahkannya ke sekretariat Majelis Rendah pada Senin (2/11).

Perbandingan antara laporan aset kekayaan setelah pemilihan umum yang diserahkan pada September 2005, dan 23 Oktober 2009, memperlihatkan Hatoyama telah menjual 151,190 saham dari 10 perusahaan.

Urutan saham-saham yang dijual Hatoyama, 30,306 saham Tokyu Corp, 27,702 saham Shimizu Corp, 24,209 saham Sumitomo Corp, 19,478 saham Mitsubishi Estate, 15,428 saham Kirin Holdings Co, 13,000 saham Mitsubishi Electric Corp, 11,240 saham Toyobo Co, 7,805 saham Tokyo Electric Power Co, 1,650 saham Kohnan Shoji Co dan 372 saham Oji Paper Co.

Bila dihitung berdasarkan harga penutupan hari Jumat (30/10), nilai saham keseluruhan sebesar 124 juta yen.

Namun, dalam laporan penghasilan yang diserahkan pada bulan April, PM Hatoyama tidak memasukkan laporan keuntungan dari penjualan saham.

Bila dividen dan keuntungan penjualan saham yang didapat dari transaksi dilakukan melalui "akun khusus" pemegang saham yang dikelola oleh perusahaan broker, maka pajak akan diambil langsung, sehingga tidak perlu melaporkan keuntungan dividen dan saham.

Tapi, transaksi yang dilakukan tidak melalui akun khusus, harus dilaporkan setelah mengisi form pengembalian pajak.

Mengetahui adanya masalah, staf di kantor Hatoyama menyatakan, "kami berupaya memperbaiki hal itu dan membayar pajaknya. Sebelum sertifikat saham diurus secara elektronik pada bulan Januari silam, kami juga telah menjual saham, atas saran dari perusahaan broker. Setelah mengetahui kami belum melaporkan penghasilan saat mengajukan pengembalian pajak, kami segera memperbaiki laporan pengembalian pajak dan segera menyerahkannya."

Sementara Sekretaris Kabinet Hirano Hirofumi dalam konferensi pers Senin pagi menyatakan, "Hal ini, merupakan  masalah pribadi Perdana Menteri."

















■Hak cipta © Nusantara-News.■ Informasi Perusahaan Hubungi Kami Bantuan