Para pejabat Wakil Menteri dari Kementerian terkait dengan masalah pemulihan Japan Airlines (JAL), Kamis (5/11) mengadakan pertemuan guna membahas langkah restrukturisasi yang akan dijalankan.
Dalam pertemuan, topik yang dibahas antara lain mengenai masalah dana pensiun, yang dipandang sebagai salah satu pemicu lumpuhnya keuangan JAL.
Para pejabat kementerian berencana menyusun undang-undang khusus untuk mengurangi jumlah dana pensiun, guna mendapatkan persetujuan rakyat mengenai rencana pemberian suntikan dana publik kedalam JAL.
Namun beberapa Wakil Menteri tidak menyetujui langkah pemotongan dana pensiun ini, dengan alasan akan melanggar hak para penerima dana tersebut.
Rencananya, masalah ini akan terus dibicarakan dengan mempertimbangkan kepentingan semua pihak. Sementara hasil akhir perancangan proses restrukturisasi JAL ditargetkan dapat selesai akhir pekan depan.
Wakil Menteri Senior dari Kementerian Transportasi Tsujimoto Kiyomi menambahkan, JAL juga harus berusaha keras untuk mendapatkan pengertian publik jika ingin menerima bantuan dana dari pemerintah.
Para pejabat kementerian berencana menyusun undang-undang khusus untuk mengurangi jumlah dana pensiun, guna mendapatkan persetujuan rakyat mengenai rencana pemberian suntikan dana publik kedalam JAL.
Namun beberapa Wakil Menteri tidak menyetujui langkah pemotongan dana pensiun ini, dengan alasan akan melanggar hak para penerima dana tersebut.
Rencananya, masalah ini akan terus dibicarakan dengan mempertimbangkan kepentingan semua pihak. Sementara hasil akhir perancangan proses restrukturisasi JAL ditargetkan dapat selesai akhir pekan depan.
Wakil Menteri Senior dari Kementerian Transportasi Tsujimoto Kiyomi menambahkan, JAL juga harus berusaha keras untuk mendapatkan pengertian publik jika ingin menerima bantuan dana dari pemerintah.


