Home Berita Utama Ekonomi & Bisnis Sosial & Hiburan
Indeks Sorotan , Jakarta Shimbun English

Global 30 Project, Upaya Pemerintah Jepang Untuk Tingkatkan Kenyamanan Pelajar Asing

November 4, 2009 1:08 AM { kategori: }
   Sejak bulan Juli 2008, pemerintah Jepang telah meluncurkan program Global 30, sebagai bagian dari  "300.000 International Students Plan", yakni rencana pemerintah untuk meningkatkan jumlah pelajar asing menjadi 300.000 orang pada tahun 2020.
Dalam pelaksanaan program Global 30 ini, pemerintah akan menunjuk beberapa universitas inti, dan memberikan bantuan dana kepada mereka, guna meningkatkan kualitas pembelajaran serta lingkungan universitas untuk menambah kenyamanan para pelajar asing.

Agar ditunjuk sebagai bagian dari program ini, universitas terpilih diwajibkan memiliki jurusan bahasa Inggris, serta memiliki penghubung diluar negeri, dan mengembangkan layanan bantuan pencarian kerja bagi para pelajar asing. 

Hingga kini, sudah ada 13 universitas inti yang tergabung dalam Global 30, yaitu Universitas Tohoku di Prefektur Miyagi, Universitas Waseda di Tokyo, Universitas Tsukuba di Prefektur Ibaraki, Universitas Tokyo, Universitas Nagoya, Universitas Osaka, Universitas Kyushu, tiga universitas di Kyoto, yakni Universitas Kyoto, Doshisha dan Ritsumeikan, serta  tiga universitas lain di Tokyo, yaitu Keio, Sophia dan Meiji.

Ono Takahiro, Dekan di Departemen Urusan Internal Universitas Waseda menyatakan, "Sebagai universitas inti, kami menerima dana dari pemerintah sebesar 300 juta yen setiap tahun. Dengan bantuan dana ini, kami termotivasi untuk terus mengembangkan kualitas universitas kami."

Ono menjelaskan, selain memiliki jurusan bahasa Inggris pada tingkat sarjana dan pasca-sarjana, Waseda juga berencana memberikan pelajaran bahasa Jepang, yang dapat diikuti secara gratis oleh para pelajar asing.

Sementara Hashimoto Osamu, Wakil Kepala Departemen Pertukaran Pelajar di Universitas Tohoku mengatakan, "Program Global 30 ini akan memotivasi universitas-universitas di Jepang untuk melatih para calon pemimpin dunia."

Osamu menjelaskan, untuk dapat melayani para pelajar asing di Tohoku dengan lebih baik, pihaknya telah menciptakan beberapa program jangka pendek bagi mereka, dan juga membentuk organisasi untuk pendidikan internasional.

Sementara mengenai program "300.000 International Students Plan", Ezaki Norihiro, Kepala Kantor Pertukaran Pelajar di Kementerian Pendidikan menjelaskan,"Pemerintah membentuk rencana ini dengan harapan dapat menarik lebih banyak pelajar asing untuk belajar di Jepang, dan juga untuk memberikan layanan lebih baik bagi mereka."

Ezaki menambahkan, selama ini pemerintah sudah melakukan berbagai langkah untuk menarik lebih banyak pelajar asing ke Jepang.

Kini kedutaan asing di Jepang, bersama dengan beberapa organisasi seperti Japan Foundation, serta perwakilan universitas Jepang diluar negeri, sudah menyebarkan berbagai informasi mengenai pendidikan di Jepang. 

Selain itu, The Japan Student Services Organization (JASSO) juga telah menciptakan situs web khusus mengenai informasi pendidikan di Jepang.















■Hak cipta © Nusantara-News.■ Informasi Perusahaan Hubungi Kami Bantuan