Kyushu Electric Power Company (KEPCO), perusahaan listrik yang berkantor pusat di kota Fukuoka, Prefektur Fukuoka, Kamis (5/11) mulai menggunakan bahan bakar oksida campuran (MOX) untuk menjalankan salah satu reaktornya.
Penggunaan bahan bakar MOX ini telah diterapkan pada reaktor nomor 3 di pabrik nuklir Genkai, Prefektur Saga.
Juru bicara KEPCO menjelaskan, penggunaan bahan bakar MOX dilakukan dengan cara mendaur ulang plutonium dari bahan bakar nuklir yang telah digunakan, kemudian mencampurnya dengan uranium.
Rencananya, penggunaan bahan bakar MOX ini akan dilakukan hingga 2 Desember mendatang.
Sebelumnya, penggunaan bahan bakar MOX di Jepang dijadwalkan untuk dimulai pada tahun 1999, namun terpaksa diundur 10 tahun karena adanya pemalsuan data dari perusahaan pemasok dari luar negeri, dan beberapa masalah lainnya.
Menurut rencana awal, penggunaan bahan bakar MOX akan diterapkan di 16 hingga 18 pabrik di Jepang hingga tahun 2010, namun pada Juni silam sejumlah perusahaan listrik telah mengumumkan pengunduran rencana ini hingga lima tahun kedepan.

Juru bicara KEPCO menjelaskan, penggunaan bahan bakar MOX dilakukan dengan cara mendaur ulang plutonium dari bahan bakar nuklir yang telah digunakan, kemudian mencampurnya dengan uranium.
Rencananya, penggunaan bahan bakar MOX ini akan dilakukan hingga 2 Desember mendatang.
Sebelumnya, penggunaan bahan bakar MOX di Jepang dijadwalkan untuk dimulai pada tahun 1999, namun terpaksa diundur 10 tahun karena adanya pemalsuan data dari perusahaan pemasok dari luar negeri, dan beberapa masalah lainnya.
Menurut rencana awal, penggunaan bahan bakar MOX akan diterapkan di 16 hingga 18 pabrik di Jepang hingga tahun 2010, namun pada Juni silam sejumlah perusahaan listrik telah mengumumkan pengunduran rencana ini hingga lima tahun kedepan.


