Berdasarkan laporan Yano Institute pada bulan Agustus 2009, jumlah orang yang belajar di sekolah bahasa asing turun 5, 6 persen. Sementara jumlah orang dewasa yang belajar bahasa asing turun 9,1 persen.
Ikegami Susumu, juru bicara Geos Corp, salah satu perusahaan pengelola sekolah bahasa Inggris di Jepang mengatakan, penurunan jumlah pelajar mulai terjadi lima tahun lalu. Walaupun penyebab utamanya tidak dapat dipastikan, namun menurutnya kebangkrutan Nova Corp pada Oktober 2007 merupakan salah satu pemicu.
"Bangkrutnya Nova, yang merupakan sekolah bahasa Inggris terbesar di Jepang, menumbuhkan rasa tidak percaya publik terhadap sekolah bahasa Inggris lainnya," papar Ikegami.
Ikegami menambahkan, resesi ekonomi global yang sedang terjadi juga menjadi salah satu pemicu.
Namun ditengah menurunnya pangsa pasar sekolah bahasa Inggris di Jepang, ada satu segmen yang mengalami peningkatan, yakni anak kecil. Hal ini dipicu oleh kebijakan pemerintah untuk menjadikan bahasa Inggris sebagai pelajaran wajib di Sekolah Dasar (SD), mulai tahun 2011.
Menurut laporan Yano Institut, selama 2008, penjualan untuk segmen taman kanak-kanak meningkat 8,4 persen dibanding tahun 2007.


