Home Berita Utama Ekonomi & Bisnis Sosial & Hiburan
Indeks Sorotan , Jakarta Shimbun English

Peminat Bahasa Asing di Jepang Turun

September 17, 2009 1:56 AM { kategori: }
Menurut data Yano Research Institute Ltd, perusahaan riset pemasaran yang berkantor pusat di Tokyo, selama tahun fiskal 2008, nilai penjualan yang terkait dengan binsis bahasa asing di Jepang turun 5,2 persen dibanding tahun 2007, menjadi 767,2 milyar yen.

Berdasarkan laporan Yano Institute pada bulan Agustus 2009, jumlah orang yang belajar di sekolah bahasa asing turun 5, 6 persen. Sementara jumlah orang dewasa yang belajar bahasa asing turun 9,1 persen.

Ikegami Susumu, juru bicara Geos Corp, salah satu perusahaan pengelola sekolah bahasa Inggris di Jepang mengatakan, penurunan jumlah pelajar mulai terjadi lima tahun lalu. Walaupun penyebab utamanya tidak dapat dipastikan, namun menurutnya kebangkrutan Nova Corp pada Oktober 2007 merupakan salah satu pemicu.

"Bangkrutnya Nova, yang merupakan sekolah bahasa Inggris terbesar di Jepang, menumbuhkan rasa tidak percaya publik terhadap sekolah bahasa Inggris lainnya," papar Ikegami.

Ikegami menambahkan, resesi ekonomi global yang sedang terjadi juga menjadi salah satu pemicu.

Namun ditengah menurunnya pangsa pasar sekolah bahasa Inggris di Jepang, ada satu segmen yang mengalami peningkatan, yakni anak kecil. Hal ini dipicu oleh kebijakan pemerintah untuk menjadikan bahasa Inggris sebagai pelajaran wajib di Sekolah Dasar (SD), mulai tahun 2011.

Menurut laporan Yano Institut, selama 2008, penjualan untuk segmen taman kanak-kanak meningkat 8,4 persen dibanding tahun 2007.
















■Hak cipta © Nusantara-News.■ Informasi Perusahaan Hubungi Kami Bantuan