Home Berita Utama Ekonomi & Bisnis Sosial & Hiburan
Indeks Sorotan , Jakarta Shimbun English

Popularitas Gaya Pakaian Seragam Kini Meningkat di Jepang

June 28, 2009 3:49 AM { kategori: }
Gaya pakaian seragam saat ini sedang digemari dikalangan pelajar SMU di Prefektur Nagano namun sebetulnya pakaian itu hanya mirip dengan seragam sekolah.
Watanabe Miho (16 tahun), siswi kelas 1 SMU, sangat menyukai gaya pakaian seragam dan pergi ke sekolah dengan menggunakan cardigan beige dan rok pendek berlipat dengan motif kotak-kotak merah.
 
Teman sekelas Miho sebagian besar juga memakai pakaian yang serupa, yakni cardigan rajut panjang yang dipadu dengan rok pendek berbagai warna dan dasi pita.
 
Gaya pakaian seragam ini sebetulnya bukan merupakan pakaian resmi namun kreatifitas para pelajar wanita.
 
Menurut Miho, kalau saya pakai pakaian biasa maka harus pikir apa yang akan dipakai setiap hari dan itu pasti akan mahal namun dengan pakai seragam sangat mudah karena hanya harus ganti kemeja setiap pagi.
 
Miho menambahkan semua siswi dikelas saya cara berpakaiannya sama.
 
Melihat tren yang berkembang, para pengusaha pun tidak mau melewatkan peluang ini, mereka berupaya memenuhi permintaan dan beberapa toko khusus yang menjual busana seragam sudah mulai dibuka dan produsen seragam juga meluncurkan merek khusus yang ditujukan bagi para pelajar SMU.
 
Pada September 2008, Konomi, perusahaan yang berkantor pusat di kota Myoko Prefektur Niigata ini, membuka toko bernama CONOMi di Gedung Stasiun Nagano, yang khusus menjual pakaian bergaya seragam.
 
Di Toko itu terdapat 300 jenis rok pendek, yang harga jualnya 9,000 yen, sementara jaket 17,000 yen.
 
Pada bulan Maret, tepat sebelum dimulainya tahun ajaran baru sebanyak 700 pelanggan berbelanja di CONOMi dan setelahnya penjualan terus meningkat..
 
Toko di Nagano ini sebenarnya toko kedua yang didirikan Konomi, toko pertama berlokasi di Tokyo.
 
Konomi memberikan perhatian besar kepada bisnis di Nagano karena di prefektur ini kebanyakan SMU tidak mewajibkan pakaian seragam.
 
Aiura Takayuki presiden Konomi menyatakan drama TV yang bersetting sekolah telah turut membantu mempopulerkan seragam dikalangan pelajar SMP, SMU dan kini pun juga populer dikalangan para orang tua.
 
Pada tahun 2006, Ozaki Shoji Co, perusahaan garmen pembuat seragam yang berkantor di Okayama, meluncurkan Sweet Teen yakni merek yang ditujukan bagi pelajar SMU di Nagano, untuk persiapan peluncuran Ozaki merekrut 20 orang siswi yang bersekolah di Prefektur Nagano sebagai penasehat dan selanjutnya Ozaki mengembangkan produk yang dibuat berdasarkan opini para penasehat mengenai desain, kain, pola dan unsur lainnya.
 
Dan pada musim semi tahun ini, Ozaki mengeluarkan koleksi untuk siswa SMU yang terdiri dari blazer biru laut, celana dan produk lainnya.
 
Untuk lebih memahami pasar di Nagano, Ozaki Shoji melakukan survei dan hasilnya menunjukkan dari 86 SMU Negeri di Prefektur Nagano 42 SMU tidak mewajibkan pelajarnya memakai seragam.
 
Hal ini berbeda dengan Tokyo, menurut Tokyo Metropolitan Board of Education hanya 23 persen SMU Negeri di Tokyo yang tidak mewajibkan pakaian seragam bagi pelajarnya.
 
Menurut salah seorang pejabat divisi Pendidikan Menengah di Nagano Prefectural Board of Education, tingginya persentase SMU Negeri di Nagano yang tidak mewajibkan penggunaan seragam berawal dari protes yang dilakukan oleh para pelajar pada era 60-an.
 
Sementara Hamada Kunihiko Wakil Kepala Sekolah di salah satu SMU di Prefektur Nagano menyatakan pada tahun 1969, saat dilakukannya pertemuan siswa, ada tuntutan untuk menghapuskan kewajiban memakai seragam dan sejak saat itu sebagian SMU di Nagano tidak mewajibkan seragam yang dianggap sebagai simbol penindasan.















■Hak cipta © Nusantara-News.■ Informasi Perusahaan Hubungi Kami Bantuan