Hampir 40 persen perusahaan toko ritel diseluruh Jepang menyatakan tingkat pengutilan telah meningkat 11,5 poin dibandingkan survei terakhir pada bulan Februari 2008.
National Shoplifting Prevention Organization Jepang Senin (29/6) mengumumkan hasil survei yang dilakukan pada bulan Maret juga menunjukkan jumlah pelaku usaha yang menyalahkan resesi sebagai penyebab naiknya kasus pengutilan meningkat menjadi 21,5 poin.
Survei, yang dimulai pada tahun 2005, diikuti oleh 324 perusahaan ritel di seluruh Jepang.
Sebanyak 38,5 persen perusahaan menyatakan kerugian yang disebabkan oleh kasus pengutilan semakin meningkat, sementara 15,1 persen menyatakan kerugian yang diakibatkan pengutilan menurun.
Ketika ditanya mengenai penyebab utama meningkatnya kasus pengutilan, 74,7 persen responden menyatakan dipicu oleh kurangnya kesadaran atas upaya pencegahan kejahatan, namun 53,1 persen responden menyalahkan resesi.
Sementara mengenai pelaku pengutilan, sebanyak 29 persen adalah pengangguran, diikuti ibu rumah tangga 20,4 persen, siswa SMU 8,1 persen, Siswa SMP 10,2 persen dan Siswa SD 3,8 persen.


