Tangki penyimpanan nomor 24 Depo PT Pertamina Plumpang Jakarta Utara yang berisi premium sebanyak 3.000 kiloliter premium hari Minggu (01.18) terbakar.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 21.00 WIB, didahului dengan ledakan besar dan menyebabkan langit disekitar kawasan itu memerah dan apinya membubung tinggi hingga lebih 100 meter dan panasnya terasa hingga sejauh dua kilometer.
Kemacetan sempat terjadi didaerah sekitar Depo Plumpang karena ribuan warga setempat berusaha mengungsi ketempat yang lebih aman karena khawatir api akan meluas ke daerah permukiman yang berbatasan dengan Depo.
Sementara, ketika informasi kebakaran diterima masyarakat baik melalui radio maupun televisi, banyak warga Jakarta segera mendatangi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk membeli premium karena khawatir akan terjadi kelangkaan.
Menurut berita Sinar Harapan hari Senin (01.19) pada minggu malam antrean panjang terlihat di beberapa SPBU antara lain di jalan Matraman, Jatinegara Barat, Jalan Pramuka, Jalan raya Pasar Minggu dan Jalan Mampang Prapatan.
Setelah berkobar selama 10 jam, api berhasil dipadamkan pada hari Senin (01.19) sekitar pukul 07.00 WIB dan untuk operasi pemadaman Depo Plumpang, Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta mengerahkan 47 unit mobil pemadam kebakaran.
Menurut Anang Rizkani Noor, Vice President Communication Pertamina mulai hari Senin (01.19) sore, setelah penyidik Puslabfor Polri merampungkan proses pemeriksaan, Depo Plumpang kembali dibuka.
Namun akibat kebakaran, pasokan yang ada di Depo hanya untuk 7,5 hari saja dari sebelumnya 9 hari, oleh karena itu, untuk sementara pasokan BBM untuk wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi dari akan dibantu dari Depo Cikampek, Padalarang dan Merak.
Sedangkan mengenai jumlah kerugian, Achmad Faisal Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina hari Senin (01.19) menyatakan perkiraan kerugian mencapai Rp 15 miliar yang didapat dari jumlah premium yang terbakar sebanyak 3.000 kiloliter dikali dengan harga patokan rata-rata keekonomian yang berkisar Rp 15.000 per liter.
Mengenai sebab terjadinya kebakaran, Inspektur Jenderal Abubakar Nataprawira Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia hari Senin (01.19) menyatakan belum ditemukan adanya unsur unsur yang bisa dikategorikan sabotase seperti bahan peledak.
Namun untuk keperluan pemeriksaan, tim penyidik dari kepolisian sedang menanyai tujuh orang saksi yang berada di lokasi saat terjadinya kebakaran yakni Abdi Limotoki, Rahman, Amirudin, Anwar Wijaya, Citra Christian, Ali Somes dan Muhammad Muntafi.
Direktur Utama Pertamina Ari Soemarno hari Senin mengungkapkan kebakaran di Depo Pertamina Plumpang terjadi saat dilakukannya proses pengisian premium dari kapal yang berada di Pelabuhan Tanjung Priok ke tangki penampungan No 24.
Menurut Ari, saat terbakar pengisian premium baru mencapai 3.000 kiloliter.
Dalam kebakaran ini, salah seorang anggota satuan pengaman Depo Plumpang yang bernama Zaenudin menjadi korban. Jasad Zaenudin ditemukan sekitar 50 meter dari tangki penyimpanan nomor 24 yang terbakar.
Sementara untuk korban luka, Shimizu Junpei wartawan magang Jakarta Shimbun mengalami patah tulang paha kaki kiri.
Menurut keterangan pihak rumah sakit pelabuhan, Shimizu datang dari lokasi kebakaran sekitar jam 11 malam karena terjatuh dari atap, sewaktu sedang mengambil gambar situasi kebakaran.
Namun sewaktu berkonsentrasi mengambil foto kebakaran, tidak memperhatikan langkah kakinya dan akhirnya terjatuh dengan kaki terlebih dahulu menyentuh tanah.
Berdasarkan hasil foto X-ray, diketahui bahwa tulang paha dekat panggul kaki sebelah kiri patah dan untuk itu perlu dilakukan operasi.
Selanjutnya, Shimizu dibawa ke RS Pertamina untuk menjalani operasi pemasangan pen pada Senin Siang.
Depo Pertamina Plumpang beroperasi sejak 1972 dan merupakan yang terbesar yang dimiliki Pertamina dengan kapasitas pasokan untuk premium sebanyak 115.000 kiloliter, minyak solar 115.000 kiloliter dan minyak tanah 90.000 kiloliter.
Pasokan Depo Pertamina Plumpang berasal dari Kilang Balongan yang disalurkan melalui pipa dan kapal-kapal tanker yang berlabuh di Tanjung Priok.
Selain sebagai tempat penyimpanan BBM, Depo Plumpang juga dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan pelumas dan pabrik tabung gas elpiji milik Pertamina.
Menurut Anang Rizkani Noor, sistem operasi Depo Plumpang telah memenuhi standar internasional dan untuk pengamanannya Pertamina bekerja sama dengan kepolisian.
Area Depo Plumpang, panjangnya 1 kilometer dan lebarnya 500 meter dengan jumlah tangki penyimpanan sebanyak 27 unit dengan ketinggian masing-masing tangki 50 meter.


