Northstar Pacific Partners Ltd, berdasarkan berita yang dilansir Bisnis Indonesia hari Kamis (11.27), rencananya dalam minggu ini akan membeli saham PT Bumi Resources sebesar 10-20 persen.
Patrick Waluyo, pendiri Northstar Pacific Partners, dalam wawancaranya pada hari Rabu (11.26) dengan Neneng Herbawati Redaktur Bisnis Indonesia menyatakan Northstar tetap akan membeli saham Bumi dan sekarang sudah tahap finalisasi tapi porsi saham yang akan dibeli tidak lagi 35 persen namun sebesar 10-20 persen, yakni saham yang sudah diselesaikan oleh Bakrie Group dan kreditornya.
Menurut Patrick, saat ini Northstar dan Bumi sedang membahas mekanisme pembayaran dan menentukan harga pembelian sahamnya.
Diperkirakan nilai harga saham per lembarnya yang akan disepakati Northstar dan Bumi kurang lebih sekitar Rp 2.000.
Saat ini, Bumi memiliki dua perusahaan batubara yakni PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia yang berlokasi di propinsi Kalimantan Timur, kedua perusahaan tambang ini menghasilkan batu bara kualitas tinggi yang digunakan untuk pembangkit listrik.
Patrick Waluyo melalui Northstar pernah mencoba membeli Bumi dari Bakrie Group pada tahun 2006, namun waktu itu kalah dari peserta tender lainnya.
Pada akhir Oktober 2008, Northstar menandatangani perjanjian uji tuntas dan sepakat untuk melakukan transaksi jual beli saham bersyarat untuk mengakuisisi 35 persen saham PT Bumi Resources senilai US$1.3 miliar.
Namun selama bulan November, saham Bumi terus menurun dan pada pembukaan perdagangan IHSG hari Kamis (11.27) dibuka dengan harga Rp 1.140 per lembar sahamnya.
Patrick sendiri menyatakan proses pembelian saham Bumi ini butuh waktu yang panjang, terhitung mulai tahun 2006, dan dalam transaksi ini
Northstar tidak mungkin memilih opsi walkaway.
Patrick menambahkan, jadi seandainya tahap pertama uji tuntas selesai, Northstar akan melakukan stabilisasi perusahaan.
Northstar merupakan perusahaan Indonesia yang berafiliasi dengan Texas Pacific Group, perusahaan investasi dari Amerika Serikat.
Saat ini Northstar memiliki saham dibeberapa perusahaan antara lain Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), PT Adaro Energy Tbk dan beberapa ladang gas di Sumatra Selatan.
Northstar Pacific Partners Ltd didirikan oleh Patrick Waluyo yang sebelumnya pernah bekerja sebagai investment banker di Goldman Sachs London dan New York.
Selain itu, Patrick juga pernah menjadi senior vice president PCWW di Jepang selama tiga tahun, dan menjadi salah satu anggota kunci tim manajemen keuangan dan merger serta akuisisi.

